
Apakah Jurnal Sinta 2 Wajib Bahasa Inggris? Cek Mitos & Faktanya
Bagi Dosen yang mengincar kenaikan jabatan fungsional ke Lektor Kepala atau mahasiswa Pascasarjana yang memburu syarat kelulusan, Jurnal Sinta 2 adalah target primadona. Posisinya sangat strategis: poin kreditnya tinggi (mendekati 25), namun dianggap “lebih mudah” daripada menembus Scopus. Namun, satu pertanyaan besar sering menghantui: “Apakah Jurnal Sinta 2 Wajib Bahasa Inggris?”. Banyak penulis mundur teratur karena merasa grammar Bahasa Inggris mereka pas-pasan. Artikel ini akan membedah fakta lapangan secara aktif mengenai kebijakan bahasa di Sinta 2, sehingga Anda bisa menyusun strategi publikasi yang tepat tanpa rasa takut berlebihan.
Fakta: Sinta 2 Adalah “Ruang Tunggu” Scopus
Jawabannya tidak hitam-putih. Tidak semua, tapi mayoritas YA.
Mengapa demikian? Jurnal Sinta 2 adalah jurnal-jurnal elit nasional yang sedang dipersiapkan oleh Kemdikbud Ristek untuk naik kelas menjadi Jurnal Internasional Bereputasi (terindeks Scopus/WoS).
- Dominasi Bahasa Inggris (70%): Sebagian besar jurnal Sinta 2 kini mewajibkan Full English Manuscript. Mereka membutuhkan sitasi dari penulis luar negeri untuk bisa terindeks global.
- Jurnal Hybrid (30%): Masih ada jurnal Sinta 2 (biasanya bidang Hukum, Humaniora, atau Pendidikan Bahasa Indonesia) yang menerima naskah Bahasa Indonesia. Namun, persaingannya sangat ketat karena semua penulis yang tidak bisa Bahasa Inggris berkumpul di sini.
Perbedaan Mencolok dengan Sinta 5
Jika di Sinta 5 Anda bisa santai menggunakan Bahasa Indonesia, di Sinta 2 aturannya jauh lebih ketat.
- Sinta 5: Boleh Bahasa Indonesia, hanya Abstrak yang Inggris.
- Cek detail kebijakan bahasa level pemula ini di artikel [Apakah Jurnal Sinta 5 Perlu Translate Bahasa Inggris?] sebagai perbandingan.
- Sinta 2: Editor seringkali menolak naskah Bahasa Indonesia di tahap awal (Pre-review) jika jurnal tersebut sudah mendeklarasikan diri sebagai International Journal.
Strategi Jika Ingin Tetap Pakai Bahasa Indonesia
Apakah pintu tertutup rapat? Belum tentu. Lakukan strategi ini untuk menemukan Sinta 2 yang menerima Bahasa Indonesia:
- Cek Riwayat Terbitan (Archives): Jangan hanya baca aturan. Buka edisi terbaru jurnal tersebut. Jika Anda melihat ada artikel berbahasa Indonesia di edisi bulan lalu, berarti mereka masih menerimanya.
- Pilih Bidang Spesifik: Jurnal bidang Sastra Indonesia, Hukum Adat, atau Pendidikan Kewarganegaraan biasanya mempertahankan Bahasa Indonesia karena konteks keilmuannya sulit diterjemahkan.
- Siapkan Biaya Translate: Jika terpaksa harus ke jurnal berbahasa Inggris, siapkan dana untuk Proofreading.
- Biaya Sinta 2 (termasuk translate) tentu lebih mahal dari level bawah. Bandingkan dengan [Kisaran Biaya Publikasi Jurnal Sinta 5] agar Anda bisa menyiapkan anggaran 3-4 kali lipatnya.
Risiko Menggunakan Google Translate di Sinta 2
Jangan sekali-kali mengandalkan terjemahan mesin mentah untuk level ini.
- Reviewer Kritis: Reviewer Sinta 2 biasanya adalah pakar yang sering menulis di Scopus. Mereka akan langsung menolak (Reject) naskah yang bahasanya kaku (robotic) atau grammar-nya berantakan.
- Solusi: Jika Anda membidik Sinta 2 yang berbahasa Inggris, gunakan jasa penerjemah tersumpah atau native proofreader.
- Merasa Sinta 2 terlalu berat dan mahal? Jika Anda butuh jaminan kualitas setara internasional, pertimbangkan bantuan profesional yang dibahas di [Jasa Publikasi Jurnal Internasional Bereputasi (SCOPUS)].
Alternatif: Turun Satu Level atau Naik Sekalian?
Jika kemampuan bahasa menjadi kendala utama dan deadline mendesak:
- Turun ke Sinta 3 atau 4: Peluang naskah Bahasa Indonesia diterima jauh lebih besar di level ini, dengan poin yang masih lumayan untuk BKD.
- Cari Jurnal Non-Sinta Berbahasa Inggris: Untuk latihan sebelum masuk ke arena Sinta 2 yang sesungguhnya.
Referensi Validasi
Validasi kebijakan bahasa jurnal target Anda langsung di sumbernya:
- [SINTA Kemdikbud]: Buka profil jurnal Sinta 2 incaran Anda, lalu klik link website resminya. Baca bagian Author Guidelines.
- [DOAJ (Directory of Open Access Journals)]: Banyak jurnal Sinta 2 terindeks DOAJ. Di sana biasanya tertulis jelas: Languages: English, Indonesian.
KESIMPULAN
Kesimpulannya, Jurnal Sinta 2 semakin condong mewajibkan Bahasa Inggris, namun peluang bagi naskah Bahasa Indonesia belum sepenuhnya tertutup, terutama di bidang ilmu sosial-humaniora. Kuncinya adalah riset mendalam. Buka arsip jurnalnya, lihat bahasa yang digunakan penulis lain, dan ukur kemampuan diri. Jika Anda siap bertarung di Sinta 2, pastikan kualitas bahasa Anda (baik Indonesia maupun Inggris) benar-benar prima, karena di level ini, substansi bagus saja tidak cukup tanpa penyampaian yang elegan.
Pustaka Publisher juga menyediakan jasa produk lainya seperti jurnal international scopus, Haki, Jasa translate, Cek Plagiasi turnitin, pembuatan artikel dan PTAMJ.
Bagi kamu yang tertarik dengan penawaran kami, bisa langsung konsultasi melalui Whatsapp di bawah ini dan dapatkan promo Bulan ini!

